Berita Kota Bukittinggi

Walikota Ramlan Nurmatias Irup prosesi Pernikahan Purna Praja




Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bertindak sebagai Inspektur pada upacara prosesi Dharma Astha Brata pernikahan purna praja  Romario Putra, S.STP dengan Bripda Tesya Rahmatika yang digelar di Aula UNP Belakang Balok Bukittinggi, Senin (6/8).

Romario Putra merupakan purna praja angkatan XXI lulusan tahun 2014 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan saat ini bertugas sebagai Sekretaris pada Kelurahan Pakan Kurai Kecamatan Guguk Panjang Bukittinggi.

Prosesi ini merupakan tradisi korps praja IPDN dalam mengantar sekaligus memberi penghormatan kepada purna praja yang akan melangkah memasuki lembar kehidupan berumah tangga. Saat prosesi dimulai, kedua mempelai memasuki ruangan upacara dengan dikawal para purna praja lainnya dan membentuk formasi seperti Bintang Astha Brata yang merupakan simbol bagi seorang pemimpin berjiwa pamong praja.

Prosesi pernikahan purna praja (Dharma Astha Brata) memiliki arti bahwa prosesi ini bertujuan sebagai simbol bagi purna praja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang berlaku dengan jiwa Astha Brata.

Dijelaskan oleh pembawa acara purna praja Indah Nisrina bahwa Astha Brata merupakan  delapan perbuatan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin berjiwa pamong praja. namun purna praja dituntut menyelami antara lain watak matahari yang memberikan kehidupan, watak Bulan yang menerangi, watak bintang yang menjadi pedoman arah, watak Angin yang senantiasa bergerak, watak Mendung yang berwibawa, watak Api yang memberikan semangat, watak Samudera yang berpandangan luas dan watak Bumi yang memberikan kemakmuran.

Dalam prosesi tersebut terlihat Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias selaku irup memasangkan cincin kepada Romario Putra dan menyerahkan pakaian Dharma Wanita kepada Tesya Rahmatika sebagai istri dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sambutannya Walikota Ramlan mengucapkan selamat kepada Romario Putra dan Tesya Rahmatika dan memberikan nasehat – nasehat kepada pasangan yang sama – sama mengabdi di Kota Bukittinggi sebagai PNS dan Polwan ini. Ori merupakan putra dari Ahmad Zulfikar dan Gusneli sedangkan Tesya merupkn anak dari Kompol H.Desmentrial dan Ermiwati.

“selamat berbahagia kepada kedua mempelai,  Ibarat sebuah kapal yang kita lepas pada hari ini akan mengarungi lautan yang luas, ananda Ori selaku nahkoda bawalah kapal itu sebaik-baiknya, jangan sampai pecah kapal itu walaupun banyak rintangan  yang akan dilalui. Tidak ada rumah tangga yang tidak ada masalah, tidak perlu dibicarakan dengan pihak luar, kadang juga tidak perlu dibawa ke orangtua, bicarakan baik – baik, harus saling harga menghargai, harus saling sayang menyayangi, karena perjalanan cukup panjang, tentu kita berharap ananda bisa melampau  dengan baik. Semoga ananda berdua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah”, harap Walikota Ramlan. (Ylm)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI