Berita Kota Bukittinggi

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias Launching Bantuan Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH)




Guna meningkatkan kualitas keluarga menuju keluarga mandiri dan meningkatkan taraf pendidikan serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan khususnya bagi anak – anak keluarga penerima manfaat, maka pemerintah melalui Program  Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan kepada Keluarga Miskin yang berdasarkan Basis Data Terpadu berupa Bantuan Non Tunai.

Demikian antara lain disampaikan oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat melakukan Lounching penyaluran Bantuan Non Tunai Program Keluarga Harapan di Pelataran Taman Jam Gadang Bukittinggi, Selasa (23/8)

Walikota Ramlan Juga mengajak agar masalah kemiskinan ini dijadikan prioritas dalam penanganannya begitupun Ramlan mengajak untuk memikirkan bagaimana merubah posisi masyarakat miskin agar keluar dari posisi tersebut.

“Masalah kemiskinan adalah prioritas yang harus kita fikirkan bersama, saat ini di Bukittinggi sesuai dengan Basis Data Terpadu terdapat 4.931 KK yang berada di bawah garis kemiskinan, jadi perlu kita fikirkan bersama bagaimana menekan angka ini melalui program dan kegiatan agar mereka tidak lagi berada pada posisi di bawah garis kemiskinan,”Ujar Ramlan.

Pemerintah selalu memikirkan hal ini sebut Ramlan, dimana pada tahun ini BAZ telah menyalurkan bantuan sekitar 4 milyar kepada masyarakat yang kurang mampu dan anggaran yang paling besar adalah dari zakat PNS, ujarnya.

Dikatakan Ramlan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengangkat taraf hidup masyarakat dari garis kemiskinan Ramlan berpesan dengan merobah pola yang dilakukan.

“Saya sarankan yang kita bantu saat ini ekonominya, kalau biasanya yang dibantu pembangunan rumahnya tetapi ekonominya tidak berubah juga tidak sejahtera dan mereka akan tetap berada diposisi kemiskinan, tetapi apabila ekonominya yang dibantu dia akan bergerak dari garis kemiskinan tersebut. Seperti yang mempunyai warung dengan membantu memperbaiki serta mengisi warungnya, dan yang punya pekerjaan menjahit kita bantu modal atau mesin jahit kemudian dilihat apakah ekonominya berubah atau tidak. Saya inginkan angka kemiskinan ini berkurang setiap tahunnya,” ungkap Ramlan.

sementara itu Kepala Dinas Sosial Ellia Makmur menyampaikan bantuan tunai menjadi bantuan non tunai merupakan terobosan baru oleh pemerintah, untuk kota Bukittinggi dipercayakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Bank penyalur bantuan tersebut, ujarnya.

Selanjutnya dikatakan alokasi untuk PKH keluarga penerima manfaat Kota Bukittinggi sebanyak 935 KK dengan demikian masih ada sekitar 3.996 KK yang harus mendapat pelayanan melalui Program Penanggulangan Kemiskinan. Jumlah bantuan yang diterima sebanyak Rp.1.890.000/KK/tahun dan khusus bagi penyandang disabilitas berat jumlah bantunnya Rp.2.000.000/KK/tahun, jumlah bantuan yang diterima tahun 2017 sebanyak Rp.1.772.540.000,- ujar Ellia Makmur.

Ditambahkan Ellia disamping bantuan untuk PKH juga diterima bantuan beras Rastra untuk 2.908 KK, KUBE fakir miskin regular sebanyak 40 kelompok, e-warong sebanyak 3 kelompok, KUBE Pengembangan sebanyak 4 kelompok, Tabungan Beasiswa untuk Anak Panti Asuhan (TASA) untuk 3 lembaga sehingga total bantuan yang diterima sebanyak Rp.12.506.338.000,-

Pada kesempatan tersebut Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyerahkan secara simbolis kepada penerima bantuan, dan setelah itu diakhiri dengan demo cara mengakses dan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dipandu oleh pegawai BRI. (ylm)

 

 

 

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI