Berita Kota Bukittinggi

Walikota Bukittinggi; Film Surau dan Silek penuh pesan Moral, wajib ditonton anak – anak




Film Surau dan Silek, sebuah film keluarga yang berlatarkan budaya masyarakat Minangkabau diproduksi oleh Mahakarya picture dan diproduseri oleh Dendy Reynando dan Emil Bias, disutradarai oleh Arief Malinmudo yang tayang sejak tanggal 27 Juni hingga 6 Juli 2017 di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi dengan jadwal 6 (enam) kali show setiap harinya.

Film yang mengisahkan Adil seorang anak yatim yang sangat menginginkan ayahnya masuk surga dengan menjadi anak yang saleh. Namun Adil juga ingin memenangkan pertandingan silat di kampungnya, karena ia kalah dari Hardi pada pertandingan sebelumnya dengan kecurangan Hardi menyiramkan serbuk jerami kemata Adil. Adil tidak bisa membuktikan kecurangan tersebut. Temannya Dayat dan Kurip mendukung upaya Adil mempersiapkan diri menuju pertandingan enam bulan lagi. Mereka mengalami rintangan, guru silat mereka pergi merantau dan pertikaian terjadi diantara mereka bertiga, Hardi dan kawan – kawan selalu membully mereka, upaya mencari guru silat gagal dan jadwal pertandingan bertepatan dengan Lomba IPS yang diikuti Kurip. Rani teman sekolah mereka yang mengagumi Adil diam – diam mencarikan solusi.

“Film ini wajib ditonton oleh anak – anak kita, banyak pesan moral terdapat didalamanya mulai dari hubungn anak dengan orang tua, hubungan pertemanan, pesan  kekeluargaan hingga kemasyarakatan. Melalui film ini juga mempromosikan keindahan Bukittinggi yang sungguh luar biasa, bagi orang rantau yang menonton akan membuat rindu untuk pulang kampung, saya minta kepada Arief agar dikembangkan terus, Pemerintah akan selalu mendukung” ujar walikota Ramlan yang terlihat sangat puas ketika menyampaikan testimoninya usai acara nonton bareng bersama Wakil Walikota, Ketua TPP PKK dan Ketua GOW serta Ka.OPD, bersama ratusan masyarakat, Kamis (29/6).

Disamping itu Ramlan juga memuji kepiawaian anak – anak Bukittinggi dalam memerankan tokohnya masing – masing. “kita bangga dengan anak – anak ini, mereka anak – anak yang pintar dengan waktu yang relatif singkat dan mereka hanyalah anak – anak sekolah biasa dapat memainkan peran dengan hampir tiada cacat, Adil dapat kita jadikan icon kota Bukittinggi” tambahnya.

Ketika ditanya tentang pemutaran film ini di Bukittinggi  Arif Malinmudo mengatakan, “awalnya animo masyarakat melalui sosial media bagaimana film ini bisa tayang di Bukittinggi, dan saya sebagai sutradara dan Mahakarya picture berupaya untuk mengorganize bagaimana ini bisa sampai di Bukittinggi, dan ternyata  animo masyarakat sungguh luar biasa, dan memang ini belum terjadi setelah beberapa puluh tahun terakhir karena minimnya tempat menonton dan budaya menonton selama ini juga belum ada di bukittinggi sekarang kita hidupkan lagi dengan film – film pendidikan,” ujarnya.

Ditambahkan Arief, “tanggal 22 Juli 2017 Film Surau dan Silek ini akan tayang di 6 Kota Besar di Australia, Kerena Bukittinggi memang kota kelahiran saya dan film ini hampir 50 persen shooting di Bukittinggi dan pemainnya juga anak – anak bukittinggi jadi rasanya sebelum memulai tour dunia sangat wajar film ini dipulangkan dulu kekotanya,” ungkap Arief.

film Surau dan Silek ini melibatkan pemain muda pendatang baru seperti Muhammad Razi, Bintang Khairafi, Bima Jousant, Randu Arini, dan F Barry Cheln. Pemain lainnya yakni Dewi Irawan, Gilang Dirga, Komo Ricky, Yusril Katil, Praz Teguh, dan Dato A Tamimi. (ylm)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI