Berita Kota Bukittinggi

Wako : Pembangunan Karakter Perlu Dilakukan Sejak Usia Dini




Hari Kamis (30/07), Wali Kota Bukittinggi, M.Ramlan Nurmatias menyerahkan secara simbolis bantuan bahan pakaian bagi guru MDTA, TPQ, TKQ, TPSQ, Pondok Al qur’an dan pondok pesantren, di balairung rumah dinas Wali Kota. Penyerahan bantuan bahan pakaian tersebut merupakan bentuk penghargaan serta kepedulian Pemerintah Kota atas strategisnya peran dan fungsi para guru pendidikan non formal tersebut bagi pembentukan karakter generasi muda Bukittinggi.    


Dalam sambutannya, Wako Ramlan sampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap dedikasi para guru MDTA, TPQ, TKQ dan lain sebagainya dalam mengajarkan serta mendidik generasi muda di Bukittinggi dengan ilmu dan nilai-nilai keagamaan. Hal tersebut menurutnya sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam upaya menyelenggarakan pelayanan pendidikan serta pendidikan yang berkualitas di Bukittinggi, terutamanya pendidikan karakter. “Pemerintah Kota sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, terutamanya penyelenggaraan pendidikan yang membangun karakter generasi muda, seperti Didikan Subuh, Sekolah Keluaga, termasuk MDTA, TKQ, pondok pesantren dan lain sebagainya” ungkap Wako Ramlan. 


Terkait dengan perhatian Pemerintah Kota terhadap pembangunan karakter, Wako Ramlan sampaikan upaya tersebut perlu dimulai dari usia dini. “Disadari, membangun karakter masyarakat memang tidak akan menampakkan hasil secara serta merta. Ia perlu dilakukan sejak usia dini dan hasilnya baru dapat dirasakan di masa yang akan datang,” sambungnya. “Oleh karenanya, dalam upaya pembangunan karakter dari usia dini tersebut, di setiap sekolah senantiasa diupayakan dilengkapi dengan bangunan musala yang representatif agar anak-anak kita terbiasa melaksanakan salat secara berjamaah dan bagi anak-anak kita yang laki-laki, mereka telah dapat menjadi imam salat ketika tamat sekolah nantinya,” ujar Wako.  

 

Lebih lanjut, terkait dengan bantuan bahan pakaian yang diserahkan, Wako Ramlan sampaikan bahan pakaian yang disertai dengan hiasan bordir kerancang tersebut merupakan produksi pengrajin lokal Bukittinggi. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota dalam menumbuh kembangkan usaha kecil dan menengah di Bukittinggi.   

 

Dalam keterangannya, Kabag.Kesra Setda, Drs.Eryanson, selaku Ketua penyelenggara kegiatan menyebutkan, pemberian bantuan bahan pakaian tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2020 dengan alokasi anggaran sebesar Rp150 juta. Bantuan dimaksud diberikan kepada sebanyak 790 orang guru, dengan perincian: guru MDTA (315 orang), guru TPQ/TPSA (266 orang), guru Pondok Al qur’an (96 orang), dan guru pondok pesantren sebanyak 113 orang.

LINK DIREKTORI