Berita Kota Bukittinggi

Wako Kembali Keluarkan Kebijakan Terkait Pencegahan COVID-19 di Kota Bukittinggi




Langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19 di Kota Bukittinggi memasuki babak baru. Hal ini dirumuskan setelah Gugus Tugas Penanganan Virus Corona-19 Kota Bukittinggi kembali mengadakan rapat koordinasi percepatan tanggap COVID-19, Senin (23/03) di Aula Balaikota. Rapat dipimpin oleh Walikota didampingi unsur Forkopimda.

 

Wako Ramlan Nurmatias menyampaikan Pemko terus memantau serta mencermati situasi dan kondisi terkait dengan pandemi COVID-19, baik skala global, nasional dan utamanya di Kota Bukittinggi. Selama 6 (enam) hari belakang Pemko telah menggiatkan upaya pencegahan melalui penyemprotan disinfektan diberbagai lokasi serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Disamping itu, Pemko juga telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa sekolah selama 14 hari dan menutup sementara obyek wisata sampai tanggal 31 Maret.       

 

Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi terakhir, Wako Ramlan Nurmatias kembali mengeluarkan kebijakan yakni merumahkan 53 ASN di lingkungan Pemko yang tengah dalam kondisi hamil mulai tanggal 24 Maret sampai 14 hari kedepan. “Kebijakan ini kami ambil setelah menerima masukan dari tenaga medis yang tergabung dalam Gugus Tugas. Ini dilakukan demi kesehatan dan keselamatan ibu dan janin”, terang Wako.  

 

Wako Ramlan juga memaparkan kondisi penanganan COVID-19 di Kota Bukittinggi cukup pelik.  Rumah sakit Achmad Muchtar sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Sumatera Barat menghadapi kendala keterbatasan jumlah ruang isolasi serta APD (alat perlindungan diri) bagi tenaga medis dan paramedis. “Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak RSAM, sampai tanggal 22 Maret kemaren terdapat 9 pasien yang masuk, sementara kapasitas ruang isolasi hanya sanggup menampung sebanyak 6 orang. Disamping itu, jumlah APD yang dimiliki oleh RSAM sangat terbatas”, tutur Wako. “Kondisi tersebut akan segera kami sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk tindak lanjutnya. Jika diperlukan, kita (Pemko_red) siap memberikan hibah untuk membantu ketersediaan APD di RSAM dalam upaya penangan virus corona ini”, sambungnya. “Dalam situasi seperti saat ini, kita tidak lagi mencari pihak yang seharusnya bertanggungjawab. Situasi ini membutuhkan kerjasama dan merupakan tanggung jawab kita semua”, ujar Wako.                 

 

Berdasarkan hasil rapat, disimpulkan Pemko tetap melanjutkan upaya penyemprotan disinfektan dengan memperluas obyek penyemprotan, yakni meliputi WC umum serta komplek pemukiman. Lebih lanjut, meskipun belum mengambil kebijakan untuk menutup sementara restoran/rumah makan/kafe, namun Wako menghimbau kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas berkumpul demi mencegah penyebaran COVID-19. Untuk itu Wako menginstruksikan Tim SK4 melakukan patroli dalam waktu dekat ke tempat-tempat keramaian/berkumpul, seperti restoran, rumah makan dan kafe untuk mengingatkan pengunjung. Selain itu, Pemko juga akan menyiapkan tempat cuci tangan portable dibeberapa lokasi untuk memudahkan masyarakat.  

 

Terakhir, Wako Ramlan menghimbau kesadaran dan inisiatif warga masyarakat yang baru kembali dari perjalanan ke luar daerah, terutama daerah yang telah didapati kasus positif COVID-19 untuk melapor dan memeriksakan kondisi kesehatan ke Posko Siaga atau fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk demi memudahkan antisipasi serta penanganan COVID-19 di Kota Bukittinggi.

LINK DIREKTORI