Berita Kota Bukittinggi

Wako Buka Musrenbang RKPD Tahun 2022




Dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022, Pemerintah Kota Bukittinggi hari ini, Senin (05/04/2021), mengggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Belakang Balok.

Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi. Rismal Hadi, menjelaskan, Musrenbang RKPD merupakan forum antar pemangku kepentingan Kota dalam rangka membahas rancangan rencana kerja Pemerintah Daerah dan merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2022.

Lebih lanjut, Rismal menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD atau Musrenbang tingkat kota ini merupakan tahap akhir setelah sebelumnya tanggal 2—11 Februari 2021 diselenggarakan Musrenbang Kelurahan, serta Musrenbang Kecamatan pada tanggal 15—16 Februari 2021. Sesuai amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, salah satu pendekatan yang dipakai dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah adalah pendekatan secara Top Down dan Bottom Up Planning yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan sampai tingkat kota dan dilanjutkan ke tingkat provinsi dan nasional.

Hasil Musrenbang tingkat kota ini, lanjut Rismal, akan dijadikan bahan penyempurnaan rancangan RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2022. Penyelenggaraan Musrenbang RKPD bertujuan untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan Daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah Prov. Sumatera Barat, membahas dan menyepakati program serta kegiatan pembangunan Kota, dan menyepakati prioritas pembangunan Daerah serta program kegiatan prioritas Daerah.

Dalam sambutannyo Wako Erman Safar memaparkan visi Kota Bukittinggi 2021-2026 adalah Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Visi itu dijabarkan dalam tujuh misi, yaitu “Hebat” sektor peningkatan ekonomi kerakyatan, “Hebat” dalam sektor pendidikan, “Hebat” sektor kesehatan dan lingkungan, “Hebat” dalam sektor kepariwisataan, seni budaya dan olahraga, ”Hebat” dalam tata kelola pemerintahan, “Hebat” dalam sektor sosial kemasyarakatan, dan “Hebat” dalam sektor pertanian.

“Langkah konkritnya, kita upayakan membuat city branding ‘Great Bukittinggi’. Branding tersebut  dimaksudkan untuk menyampaikan citra positif untuk meningkatkan persepsi yang dimiliki dan dapat membantu meningkatkan daya saing Kota Bukittinggi secara keseluruhan,” sebut Wako. “Tujuannya, menjadi sarana pemasaran yang baik untuk memperkuat identitas Bukittinggi. Kita menumpang pada nama besar Bung Hatta. Sehingga ke depannya, kita punya kebersamaan dalam penyebutan nama Bukittinggi,” lanjut Wako lagi.


Penjenamaan (branding) 'Great Bukittinggi' atau 'Bukittinggi Hebat' itu, sebut Wako Erman, dikuatkan dengan adanya nilai budaya, didukung kondisi geografis Kota, serta dukungan sektor pariwisata. Selanjutnya, penjenamaan tersebut juga ditunjang dengan Bukittinggi yang memiliki produk lokal, kuliner, sejarah dan tokoh-tokoh yang mendunia.

Selain itu, Wako juga menyampaikan bahwa beberapa upaya percepatan pembangunan kota Bukittinggi juga telah dilakukan. Pada rapat koordinasi dengan Pemprov. Sumbar beberapa waktu lalu, Pemko Bukittinggi telah mengusulkan beberapa kegiatan, diantaranya, pembangunan saluran induk Simpang Jambu Air, peningkatan jalan By Pass (trotoar dan drainase), pembangunan TPA regional, penataan kawasan stasiun PT. KAI, pembangunan baru jembatan Ngarai Sianok, revitalisasi Pasar Bawah dan lain sebagainya.

“Kami juga telah menemui Menteri Perdagangan, Menteri BUMN dan Menteri Kesehatan. Ini dilakukan untuk bagaimana menggaet dana dari Pusat agar dapat membantu percepatan pembangunan di berbagai bidang di kota Bukittinggi,” ujar Wako. Dalam paparannya, Wako juga menyampaikan rencana untuk pembangunan Sudirman Streed Food, Minangkabau Night Market, penataan Pasar Lereng, revitalisasi Pasar Bawah, dan sejumlah kegiatan lainnya.

LINK DIREKTORI