Berita Kota Bukittinggi

Pordasi Bukittinggi-Agam Sukses Gelar Bukittinggi Wisata Derby 2017


Sebanyak 84 ekor kuda terbaik yang berasal Sumbar dan luar Sumbar telah berpacu dalam ajang Pacu Kuda Bukittinggi Wisata Derby 2017 yang dihelat oleh Persatuan Olahraga Berkuda seluruh Indonesia (PORDASI) Bukittinggi – Agam pada Sabtu dan Minggu, 8-9 April 2017 di Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang Bukittinggi. Pacuan kali ini dibagi atas 24 race dimana pada hari I menyelesaikan 11 race dan 13 race pada hari II, total hadiah yang semula diperebutkan sebesar Rp.500 juta menjadi Rp300 juta karena terbatasnya jumlah kuda yang ikut berpacu, ujar ketua pelaksana Aldiasnur saat menyampaikan laporan pada saat pembukaan.

Walikota Bukittinggi pada pembukaan menyampaikan, Bukittinggi mendapat jatah 2 kali dalam setahun untuk penyelenggaraan pacu kuda ini yakni bulan April dan Desember. Pacu kuda ini merupakan alek nagari tentunya pemda selalu akan  mensuppor kegiatan ini dan kami melihat kegiatan pacu kuda ini sudah dari zaman Belanda yang telah turun temurun dari nenek moyang kita kepada kita sekarang dan tentunya nilai-nilai yang ada disini nilai-nilai silahturrahmi, nilai – nilai kebersamaan dan persatuan kita perlu kita tingkatkan dalam kegiatan seperti ini, pemda tentunya akan menggangarkan bagaimana perbaikan gelanggang untuk wilayah kota Bkt, pagar sudah kita ganti dengan pagar besi dan pedok juga telah kita tanami dengan tanaman, terima kasih juga kepada pemkab.telah menganggarkan pembuatan pagar besi dan tentu akan manambah keindahan gelanggang ini, ujar Ramlan.

Pada hari pertama, digelar race utama dan race tambahan (pacuan kuda lokal dan draft Bogi) ada 7 race utama dan 4 race tambahan yang dipertandingkan.

Di race utama, kelas – kelas yang dipertandingkan adalah kelas CD 2th Perdana 600m, K elas AB 2th Pemula Perdana 800m, kelas E 1200m. kemudian Kelas 2 Handycap 1200m, CD 3th Remaja 1400m, kelas AB 3th 1600 m dan kelas II Handycap 1.800m.

 

Pada kelas II Handycap jarak 1.800m yang merupakan kelas paling bergengsi di race hari pertama ini, dimenangkan oleh  kuda Putri Binari dengan pemiliknya H.Amril Djailani yang berasal dari Bukittinggi/Agam dengan joki Rudy Yr dan pelatih Rifki Akbar. Sedangkan pemenang kedua adalah kuda Humaira milik Drg.Rahmi Fadilah Putri yang juga berasal dari Bukittinggi/Agam dengan joki Hermansyah dan pelatih Riki. Pemenang ketiga kuda Yara’s Flass milik Ferdia Marjoni Lancang Kuning Stable yang berasal dari Riau dengan joki T.Firmansyah dan pelatih Zuir St.Marah.

Sedangkan pada hari kedua tanggal 9 April 2017, di race utama yang dipertandingkan adalah Kelas E 1.000m, Kelas CD 2th Pemula Div.II 1.000m, Kelas CD 2th Pemula Div.I 1.000m, Kelas AB 2th Pemula Div.II 1.200m, Kelas AB 2th Pemula Div.I 1.200m, kemudian Kelas III Handycap 1.200m, Kelas 2 Handycap 1.200m, Wisata Derby 1.700m dan kelas 2 Handycap 1.800m.

Kelas wisata Derby merupakan kelas yang ditunggu – tunggu dengan memperebutkan total hadiah Rp.100 juta, keluar sebagai pemenang I kuda Mutiara Dupont milik H.Nofian Yunus dari Payakumbuh/50 Kota dengan joki Arifin, pemenang II kuda diraih kuda Sempati Nusa milik H.Errizal Ahmad,SE dari Bukittinggi/Agam dengan joki T.Firmansyah dan juara III Kuda Namira miliki H.Andi Usman Manan dari Bukittinggi/Agam dengan joki Herman yang hadianya diserahkan langsung oleh Walikota Bukittinggi.

Pada hari kedua ini, 2 ekor kuda milik Ramlan Nurmatias Walikota Buittinggi berhasil keluar sebagai juara pada kelasnya masing – masing. Puti Koto (Emeral Stable) meraih juara I dikelas AB 2th pemula divisi II dengan jarak 1.200m dengan joki Trifan Eri kemudian kuda dengan nama Nakhoda berhasil meraih juara II pada kelas 2 Handycap dengan jarak 1.200m denga joki Andi.R, kedua kuda ini dilatih oleh Tuan Amris.

Walikota Bukittinggi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara dan masyarakat yang telah sukses dalam penyelenggaraan Bukittinggi Wisata Derby kali ini , “Pemko Bukittinggi komit akan mempertahankan alek nagari Sumatera Barat ini dan kami akan ajukan anggaran ke DPRD sebesar RP.1,5 milyar untuk pengadaan pejantan kuda agar peternakan kuda di Bukittinggi terus meningkat",ujar Ramlan

Pada Bukittinggi Wisata Derby 2017 ini panitia juga memberikan penghargaan kepada Joki terbaik dan groum (pemelihara kuda) terbaik. Untuk Joki terbaik diraih oleh Dasril, sedangkan untk groum terbaik I diraih oleh Herman Ngantuk, groum terbaik II oleh Mambi dan groum terbaik III oleh Moro.

Terlihat  hadir pada penutupan tersebut, Wakil Walikota, Unsur Forkompimda, Sekda, SKPD, Ketua Pengprov Pordasi Sumbar, Perwakilan Bank Nagari Sumatera Barat dan sejumlah pengurus Pordasi Bukittinggi-Agam.(ylm)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI