Berita Kota Bukittinggi

Pemko Sosialisasikan Pembangunan Relokasi Rumah Potong Hewan (RPH)




Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi bertempat di Aula Balai Penyuluhan Pertanian Talao Kelurahan Campago Guguak Bulek  Kecamatan Mandiangin Koto Selayan membuka secara resmi sosialisasi Relokasi Rumah Potong Hewan (RPH), Selasa (9/7)

RPH Kota Bukittinggi yang berada di pusat kota tepatnya di jalan Pemuda sudah tidak layak lagi, sebagaimana yang diungkapkan oleh  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Syahrizal bahwa didasari oleh perkembangan kota yang sangat pesat sehingga RPH yang ada sekarang ini sudah berada di tengah – tengah kota dan tidak representative lagi untuk itu perlu direlokasi.

“RPH yang ada sekarang ini sudah tidak memungkinkan lagi, dan seharusnya RPH itu memiliki sarana dan prasaran pendukung, mengingat banyaknya keterbatasan dilokasi yang lama tidak mungkin kita lengkapi lagi. Kemudian beberapa unit yang sangat krusial seperti Instalasi Pembuangan Air Limbah tidak bisa dilengkapi atau dibangun, untuk itu akan dilakukan pembangunan gedung baru atau relokasi ke daerah Talao Kelurahan Campago Guguk Bulek Kecamatan MKS”. Ujarnya.

Dikatakan Syahrizal bahwa, rata – rata penyemblihan di RPH ini satu bulannya 500 ekor dan penyemblihan tertinggi pada hari-hari tertentu menjelang lebaran hingga mencapai 120 ekor satu hari, begitupun Ipal merupakan bagian yang sangat penting yang harus disediakan, ini sebuah sarana dan prasarana pendukung dan tidak dapat tidak untuk sebuah RPH sehingga proses itu bisa berjalan dan lingkungannya terjamin dari dampak daripada aktifitas itu sendiri, ungkapnya.

Selanjutnya dikatakan, lahan yang tersedia lebih kurang 1.900 m2 dengan bangunan dua lantai. Lantai satu dimanfaatkan untuk aktifitas penyemblihan dengan semua sarana dan prasarananya, kemudian lantai dua akan dugunakan untuk kantor UPTD RPH. Untuk pelaksanaan pembangunan RPH ini dianggarkan anggaran  tahun 2019 sebesar Rp.1.1 milyar lebih yang berasal dari APBN Dana Alokasi Khusus. Karena memang kita harus melengkapai fasilitas yang lain, membutuhkan tambahan tanah untuk sarana pendukung, yang dianggarkan pada perubahan angaran sebesar Rp. 396 juta. Jadi akan ada penambahan pembangunan areal sebanyak 131m2, katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Irwandi dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kota selalu mengalokasikan kegiatan – kegiatan pembangunan kearah MKS, Pemko telah memberikan perhatian lebih kepada kecamatan MKS dan pada tahun 2020 akan dibangun SMP satu lagi di Talao, disamping telah ada Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup.

“keberadaan RPH dan pembangunan sarana lain nantinya akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat baik disektor Pendidikan maupun dari sisi perekonomian nantinya, tapi yang jelas infrastruktur sarana dan prasarana di kampung kita ini akan meningkat, akses transportasi, jalan, kemudian pembenahan – pembenahan lingkungan, itu juga akan kita lakukan”, ujarnya.

Wawako Irwandi menyampaikan, bahwa rencana untuk memindahkan ataupun membangun RPH yang representatif ini dilatar belakangi karena RPH yang ada sekarang, baik dari sisi bangunan, sarana dan prasarana penunjang sudah tidak memenuhi persyaratan lagi, dan akibatnya adalah banyak hal yang kita alami di RPH ini termasuk kepadatan lalu lintas yang juga menjadi permasahalan, sehingga Pemko mencoba memberikan pemikiran untuk membangun RPH yang reresentatif ini, akhirnya kita pelajari dari Perda tata ruang dan diketahui bahwa wilayah sangat menentukan untk itu adalah di Talao, ungkapnya.

“dari segi administrasi tidak ada masalah lagi, untuk itu saya mohon dukungan kepada seluruh keluarga yang ada disini, mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang  dan pemuda, agar semua tahap kegiatan kita kawal secara bersama – sama”, sebutnya.

Kemudian Irwandi juga mengajak kiranya RPH tersebut ditambah labelnya menjadi RPH Syariah. Jadi RPH Syariah untuk kota Bukittinggi, sehingga tidak ada keraguan orang walaupun selama ini kita slelau memeuhi standar yang ditetapkan untuk satu RPH dan juga yang akan menikmati, pugkasnya.

Hadir pada sosialisasi tersebut SKPD terkait, Camat MKS, Lurah, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, LPM, Babinsa, Babinkamtibmas, Warga Talao dan Warga Guguak Randah. (Ylm)

 

 

 

 

LINK DIREKTORI