Berita Kota Bukittinggi

Pemko Sidak, Restoran Masih Gunakan Gas LPG 3 Kg Bersubsidi




Tim gabungan dari Pemko Bukittinggi bersama Polres, melakukan sidak pemakaian tabung gas LPG 3 kg di restoran yang ada di Bukittinggi, Senin (04/11).

Dari empat tempat yang disambangi, ternyata masih ada restoran yang menggunakan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi. Tim pun memberikan teguran keras dan mengharapkan restoran tersebut tidak lagi memakai tabung gas LPG 3 kg.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, LPG 3 kg merupakan LPG bersubsidi yang penggunaannya untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

Namun ada indikasi terjadinya kelangkaan LPG 3 kg di pasaran, maka stabilitas kebutuhan Elpiji 3 kg di tengah masyarakat sangat dibutuhkan.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias pun telah mengeluarkan himbauan sejak tahun 2018 dengan nomor 500/ 871/ Pereko/ XI-2018 tanggal 03 November 2018 tentang Himbauan Penggunaan Elpiji Non Subsidi.

“Dalam surat itu, Walikota mengimbau ASN baik instansi vertikal maupun Pemerintah Daerah, Anggota TNI/ Polri, karyawan BUMN/ BUMD serta pengusaha Hotel, Restoran dan Usaha Kecil dan Menengah untuk tidak menggunakan tabung LPG 3 kg. Termasuk kepada Usaha Mikro dan Menengah dengan omset pertahun di atas Rp. 300.000.000,- diharapkan menggunakan Elpiji non subsidi tabung 12 kg, 5,5 kg dan 50 kg. Sehingga masyarakat kurang mampu dan usaha mikro dapat memperoleh LPG 3 kg sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Hal itu berdasarkan Permen ESDM nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan pendistribusian LPG dan Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri ESDM nomor 17 tahun 2011 – nomor 5 tahun 2011 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pendistribusian Tertutup LPG tertentu di daerah, yang ditindak lanjuti dengan Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi nomor 25297.K/ 10DJM.S/ 2011 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pendistribusian Tertutup LPG tertentu, bahwa LPG 3 kg adalah LPG bersubsidi yang penggunaannya adalah untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. (Ylm)

LINK DIREKTORI