Berita Kota Bukittinggi

Pemko Evaluasi Tim SK4, Untuk Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman di Masyarakat




Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi telah berjalan tiga tahun sejak dibentuk dan mulai beroperasi pada April 2016. Sejauh ini sudah banyak kegiatan dan penindakan atas kasus yang terjadi. Guna mengevaluasi kinerja Tim SK4, Walikota Bukittinggi bersama aparat terkait melalukan rapat evaluasi di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi, Rabu (10/04)

Kasat Pol PP Syafnir dalam laporannya mengatakan, untuk tahun 2018 saja ada 1.921 kasus yang ditangai. Diantaranya  kasus parkir liar, kasus sampah, kasus PKL, kasus menggelandang,  kasus tidak membawa KTP, kasus mendekati zina, Minuman keras, Warung Kelabu, Juru Parkir Liar. Dari sekian kasus itu 550 diantaranya dikenai sanksi administrasi dan ada yang berujung ke pengadilan dan 1.371 masih ditahan KTP nya dan dalam proses. Total pendapatan daerah dari sanksi administrasi itu mencapai Rp. 153.500.000,-. Sedangkan untuk tahun 2019 sampai tanggal 31 Maret 2019 ini saja telah ada 491 kasus dengan 80 diantaranya dikenai sanksi administrasi dan 411 sedang ditahan KTP nya dan dalam proses. Total pendapatan daerah dari sanksi administrasi itu mencapai Rp. 46.500.000,-. Dari semua pelanggaran itu pelanggaran terbesar adalah parkir liar.

Sementara Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya mengatakan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, perlu dilakukan beberapa penertiban. Karena Bukittinggi bukan milik Pemko saja tapi milik semua warga. Sejauh ini penertiban baru dilakukan oleh Satpol PP sebagai Aparatur Penegak Perda. Namun perlu dibantu dengan membentuk tim SK4. Hari ini akan dievaluasi agar lebih baik kedepan dan kekurangannya  disempurnakan.

Ramlan melanjutkan, sebagai aparatur pemerintah, memang sudah tugas kita memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu SK4 dibentuk untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman dan mensosialisasikan aturan kepada masyarakat. Sebagai aparatur kita harus disiplin, tegas pada aturan dan transparan. Ramlan menilai kinerja SK4 sudah sangat bagus. Mungkin hanya perlu dilakukan penyegaran personil agar tidak terjadi kebosanan. Anggaran untuk personil pun tetap ada. Karena itu diharapkan personil sehati dan meningkatkan semangat dan komitmen dalam bekerja.

Berkaitan dengan sudah dekatnya pelaksanaan pemilu, Ramlan menyebutkan hari ini sudah dibuka Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar. Sementara sesuai ketentuan sampai tanggal 13 April jam 00 sudah tidak ada APK yang bertebaran lagi. Ramlan mengharapkan tim sk4 dapat berbagi personil untuk memberikan kenyamanan. “Kita tetap harus menjaga netralitas kita sebagi pelayan masyarakat. Namun tetap kita menghimbau masyarakat untuk jangan golput. Tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih harus ditingkatkan. Disitu keberhasilan kita sebagai penyelenggara Pemilu ”, tutup Ramlan. (Ylm))

LINK DIREKTORI