Berita Kota Bukittinggi

Pembangunan Fisik Dominasi Musrenbang Kecamatan MKS




Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembanguan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan yang dibuka oleh Wakil Walikota Irwandi dan dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD daerah pemilihan Kecamatan MKS, kepala SOPD, Lurah, LPM, Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Kecamatan, unsur oganisasi kecamatan dan delegasi kelurahan se-Kecataman MKS bertempat di Aula Kantor camat setempat, Selasa (27/2).

Dalam sambutannya Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi menjelaskan musrenbang kecamatan merupakan upaya penyusunan perencanaan  dengan sistem bottom up, menjemput aspirasi ataupun kebutuhan masyarakat dari tingkat kelurahan, diteruskan ke tingkat kecamatan hingga tingkat kota nantinya. Selain itu juga dilakukan perencanaan sistem top down. Intinya bagaimana penyusunan program harus sesuai kebutuhan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

"Dengan musrenbang tentu diketahui sejauh mana kebutuhan warga yang bisa diakomodir dan diselaraskan dengan RPJMD untuk selanjutnya disusun menjadi kegiatan untuk tahun 2019. Nantinya, disepakati program prioritas untuk diajukan ke pemko dan dikelompokkan sesuai bidangnya. Sehingga usulan yang diajukan merupakan sebuah kebutuhan dan nantinya akan di verifikasi faktual oleh SKPD terkait untuk disusun menjadi program kerja 2019," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Irwandi juga mengapresiasi kehadiran Anggota DPRD Bukittinggi dalam musrenbang tersebut.

"Dengan kehadiran DPRD, tentu akan menambah rasa kebersamaan. Musrenbang menjadi wujud nyata kebersamaan pembangunan Bukittinggi. Pembangunan daerah tak lepas dari peran utama DPRD sebagai lembaga legislatif sesuai fungsinya," ungkap Irwandi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Yontrimansyah yang mewakili anggota DPRD dari dapil MKS menyampaikan beberapa pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Pokir anggota dewan diberikan untuk membantu pemerintah untuk pembangunan kelurahan yang tidak terakomodir dalam musrenbang. 

"Khusus di kecamatan MKS, 10 anggota dewan pun telah memikirkan untuk mengarahkan dana pokir sebesar Rp 300 juta per anggota ke bidang pendidikan, khususnya untuk pembangunan atau rehab sekolah yang cukup tua dan sekolah yang membutuhkan lainnya di kecamatan MKS. Untuk lebihnya diserahkan ke masing-masing anggota dewan untuk pembangunan lainnya di kelurahan," ungkapnya.

Sementara itu Camat MKS Emil Achir menjelaskan, kegiatan ini sebelumnya telah diawali dengan musrenbang kelurahan, dilanjutkan dengan pra musrenbang kecamatan yang menghasilkan 20 kegiatan, untuk selanjutnya dibahas dan disimpulkan dalam musrenbang kecamatan MKS. Terdapat sejumlah kegiatan terkait perkembangan bidang Infrastruktur, sosial budaya dan ekonomi. Dari 20 kegiatan itu, bidang infrastruktur cukup dominan dengan ada 13 usulan dan tidak tertutup kemungkinan terjadi penambahan.

"Dari hasil pra musrenbang, dihasilkan sejumlah rumusan kegiatan untuk dibahas dalam musrenbang ini. Seperti usulan pengembangan tradisi randai, silat dan panitahan. Bidang ekonomi terkait pemasaran produk UMKM dan permintaan mesin pencacah plastik. Utamanya, usulan infrastruktur pembangunan fisik, pengadaan tanah untuk pembangunan kantor lurah Manggis Gantiang, warning light di sejumlah persimpangan jalan, peningkatan jalan veteran dan pelebaran jembatan di jalan Bahder Johan atau di Jangkak dan beberapa infrastruktur lainnya," ungkap Emil. (Ylm)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI