Berita Kota Bukittinggi

Kebun Binatang Surabaya Ingin Jalin Kerjasama dengan TMSBK




Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Erwin Umar dan Kepala Bidang TMSBK Kota Bukittinggi Iqbal  menerima kunjungan Direktur Utama  Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya Khoirul Anwar di ruang tamu walikota, Rabu (2/10).

Khoirul Anwar menyampaikan keinginannya tarkait dengan pengembangan dan juga pelestarian dari satwa – satwa yang utamanya satwa liar yang dilindungi. Juga dikatakan mengingat Harimau Sumatera yang ada di Kebun Binatang Surabaya saat ini sudah berumur tua dan perlu untuk dilakukan regenerasi dan Kebun Binatang Surabaya sendiri saat ini juga banyak yang surplus seperti wallabi, pelikan dan jalak bali serta komodo.

“kita butuh sepasang Harimau Sumatera dari TMSBK Bukittinggi untuk regenerasi, mengingat Harimau Sumatera yang ada saat ini umurnya sudah tua semua”, ujarnya.

Juga dikatakan, di Kebun Binatang Surabaya sendiri saat ini surplus komodo dan Bukittinggi sendiri sepertinya membutuhkan, “pertukaran jenis komodo memang tidak mudah dilakukan, karena dilindungi Undang - undang Perlindungan Satwa dimana segala bentuk tukar menukar satwa purba jenis reptil harus melalui izin presiden, namun secara bersama – sama nantinya kita akan mengurus”, jelasnya.

Khoirul juga mengakui ketertarikannya dengan kontur kebun binatang Bukittinggi yang unik dan memuji kemajuan perkembangan Kota Bukittinggi serta kepariwisataannya saat ini.

Sementara itu Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyambut baik keinginan Direktur PDTS Kebun Binatang Surabaya untuk dapat melakukan tukar menukar satwa,  namun tentunya akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.

“saat ini kota Bukittinggi focus dengan pariwisata, tahun ini kandang aviary yang merupakan pembangunan tahap pertama akan selesai, setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan kandang carnivora. Kita lakukan revitalisasi kandang – kandang agar lebih representative karena kita berfikir jangan hanya mengambil uangnya saja, tetapi sudah menjadi kewajiban juga untuk mensejahterakan satwa. Kebun binatang sebagai salah satu bentuk lembaga konservasi yang didalamnya terdapat unsur pendidikan mengenai satwa”, ungkapnya.

Terkait dengan tukar menukar satwa, juga disampaikan bahwa sesuai program revitalisasi pembangunan kandang tahap dua akan dibangun area reptile, dan sesuai dengan rencananya adalah akan menghadirkan Komodo, untuk itu kepada dinas terkait Ramlan juga memerintahkan untuk mempelajari hal tersebut. (Ylm)

LINK DIREKTORI