Berita Kota Bukittinggi

Inflasi Berhasil Dikendalikan Dengan Baik, NAD dan DIY Belajar ke Bukittinggi




TPID Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan Kunjungan Kerja ke TPID Kota Bukittinggi, Kamis (16/11). Rombongan disambut Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova selaku Ketua TPID Kota Bukittinggi di Hall Balaikota Bukittinggi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Kidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Drajat mewakili seluruh rombongan mengatakan rombongan dari Propinsi DIY berjumlah 15 orang dan dari Propinsi NAD berjumlah 16 orang. Sengaja melakukan kunker ke Bukittinggi terkait penghargaan yang telah diterima TPID Kota Bukittinggi berkaitan penanggulangan Inflasi Daerah. Karena itu rombongan ingin mengetahui bagaimana kiat-kiat Pemko Bukittinggi. Seperti bagaimana menggerakkan dan mengaktifkan TPID Kota, bagaimana TPID bisa menggerakkan sektor UMKM di daerah.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova mengatakan antara Bukitinggi-Aceh-Yogyakarta sama sama memiliki pengaruh dalam sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI. Bukittinggi ada 122.621 jumlah penduduk. Dengan luas wilayah hanya 25 km² maka karakter inflasi Bukitinggi sedikit berbeda. Bukitinggi didominasi pasar. Karena itu intervensi kepada produksi pangan tidak bisa dilakukan. Produksi bahan pangan lebih banyak dari daerah tetangga.

Lebih lanjut Yuen mengatakan, Bukittinggi hanya menjadi pasar bagi bahan penyumbang kenaikan inflasi. Produksi cabe dari Bukittinggi dijual ke daerah lain dan dijual mahal. Sehingga untuk kebutuhan dalam Bukittinggi sendiri terpaksa diimpor dari luar daerah. Itulah penyebab potensi inflasi dari Bukittinggi. Inflasi juga disumbangkan oleh sektor transportasi darat dan udara pada bulan bulan tertentu. Yuen mengakui sampai saat ini masih dicarikan solusi untuk menekannya.

Untuk penanggulangan inflasi, Pemko telah melakukan berbagai kegiatan. Seperti pembinaan kawasan dan pangan lestari, pembinaan usaha pangan masyarakat seperti pemanfaatan lahan pekarangan rumah guna ditanami sayuran dan cabe untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Yuen menegaskan, pemantauan harga pangan sangat penting. “Apabila ada suatu pergerakan harga di pasar, kami secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan peninjauan ke lapangan. Sejauh ini selalu dilakukan pendekatan kepada ketua-ketua kelompok pedagang dan sejauh ini masih bisa dikendalikan. Tetap ada sharing informasi antara tim TPID dengan masyarakat menggunakan media elektronik, himbauan dan dakwah melalui ulama., “ tutupnya. (fika)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI