Berita Kota Bukittinggi

Bukittinggi Verifikasi Kota Sehat tingkat Pusat




Selasa (10/10) Tim Verifikasi Kota Sehat dari pusat melakukan penilaian untuk Kota Sehat Kota Bukittinggi. Rombongan disambut langsung  Walikota Bukittinggi, Ketua PKK, Sekretaris Daerah dan Forkopinda Kota Bukitinggi di Hall Balaikota Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi dalam Welcome Speech nya mengatakan kota sehat berarti sehat seluruhnya dalam segala bidang. Kesehatan itu sendiri identik dengan kebersihan. Untuk itu berbagai program dicanangkan pemko Bukittinggi untk mewujudkan Bukittinggi yang bersih dan sehat. Apalagi Bukitinggi adalah kota Pariwisata yang identik dengan kebersihan dan keteraturan. Parkir ditata dan ditertibkan.

Ramlan melanjutkan, sampah Bukitinggi 100 ton per hari. Baru 30% yang bisa dijadikan uang. Bukitinggi sudah membuktikan dan tetap mengusahakan agar sampah menjadi uang. Disisi lain Bukittinggi berupaya menekan angka sampah yang dihasilkan tiap hari. Karena sampah yang dihasilkan itu tidak murni dari dalam kota saja.

“Saat ini, 30 truck per hari jalan untuk mengirim sampah ke TPA Payakumbuh. Kedepan bagaimana akan dikurangi volume sampah, dengan optimalisasi bank sampah dan juga mengurangi penggunaan kantong plastik dengan memberikan keranjang belanja kepada warga," jelasnya. DPRD pun turut mendukung melalui proses penganggaran. 21 persen dari APBD dianggarkan untuk lingkungan hidup dan 10 persen lebih untuk kesehatan.

Ketua Tim Verifikasi Donal Simanjuntak dari Kementrian Kesehatan mengatakan, ia datang bersama dua orang anggota yaitu Ica dan Iin. Tujuannya untuk melakukan verifikasi selama empat hari, dimulai hari ini 10 Oktober hingga berakhir tanggal 13 Oktober. Pada prinsipnya, verifikasi yang akan dilakukan adalah melihat kenyataan dilapangan apakah sama atau lebih dari dokumen yang telah disampaikan kepada tim. Ada 36 lokus yang akan dikunjungi ke lapangan untuk diverifikasi.

Ronal mengakui dengan banyaknya lokus, menandakan masyarakat telah bergerak dan ikut serta terlibat dalam Kota Sehat. Dukungan penuh dari walikota terhadap kota sehat itu sangat penting. Karena kerjasama antara masyarakat dan pemerintah daerah harus seimbang dan saling mendukung. Itu akan memberikan penilaian lebih.

Dari hasil pendataan, menurut Donal, hanya 30% masyarakat Indonesia tergolong sakit. Sedangkan 70% lainnya merupakan masyarakat sehat yang juga butuh perhatian pemerintah. Oleh karena itu Program Kota sehat ini diharapkan mendorong masyarakat yang sehat untuk tetap produktif. Akhirnya usia harapan hidup pun akan meningkat.

Dari pemaparan oleh Walikota sebelumnya, tim menilai Bukittinggi memiliki telah memenuhi beberapa kriteria penilaian. "Kami melihat pemerintah dan DPRD mendukung program kota sehat. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat untuk hidup sehat dan tetap produktif. Ini akan kita buktikan di lapangan nanti," ujar Donal.

Sementara itu, Ketua forum kota sehat Bukittinggi, Hasnil Syarkawi dalam eksposnya memaparkan, sejumlah inovasi dilakukan untik mewujudkan Bukittinggi yang sehat. Diantaranya, optimalisasi bank sampah setiap kelurahan, kampanye tertib lalu lintas untuk mengurangi angka kecelakaan, peningkatan pariwisata, ketahanan pangan dan gizi dengan oembangunan embung untuk ketersediaan irigasi, mwmbentuk kader jumantiknkepada seluruh pelajar agar terhindar dari DBD.

"Dari inovasi untuk lima tatanan itu, Bukittinggi pun telah meraih sejumlah penghargaan di bidang-bidang terkait. Seperti, Adipura Kirana, Wahana Tata Nugraha, best performance kategori kawasan wisata umum utama Sumbar, adikarya pangan nusantara dan manggala bhakti husada," paparnya. (fika)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI